Tampilkan postingan dengan label All Praktikum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label All Praktikum. Tampilkan semua postingan

Praktikum Lensa Dan Optik

Praktikum Lensa Dan Optik

PERCOBAAN 3
HUKUM-HUKUM LENSA DAN ALAT-ALAT OPTIK
I. Tujuan
1. Menetukan panjang focus pada sebuah lensa cembung dan kombinasi dari lensa cembung dan lensa cekung dengan menggunakan metode Bessel.
2. Menentukan panjang focus ''titik api'' dari dua lensa cembung dengan mengukur jarak bayangan dan jarak benda.
3. Menyusun alat-alat optic sederhana sbb :
a) Proyektor slide, skala/ukuran bayangan yang ditentukan.
b) Mikroskop, pembesaran yang ditentukan.
c) Teleskop dari Johannes Kepler.
d) Teleskop dari Galileo Galileo (kaca opera).

II. Ruang Lingkup
Panjang focus suatu lensa yang tidak diketahui dapat dicari dengan mengukur jarak bayangan dan jarak benda serta dengan metode kombinasi dan metode Bessel. Alat optic sederhana tersusun dari lensa- lensa.

A. Teori Singkat
1. Hubungan antara focus lensa, jarak benda, dan jarak bayangan untuk sebuah lensa dapat diperoleh dengan menggambarkan jalan-jalan sinar sbb :
Sinar Sinar istimewa Pada Lensa Koveks
Gb 1 Sinar Sinar Istimewa Pada Lensa Koveks
Dengan hokum kesebandingan (kesebangunan) segitiga antara ∆ PQR dengan ∆TSR dapat dituliskan persamaan : B/G = b/g (persamaan 1)
dan karena ∆URF2 ≈ ∆TSF2 maka : G/B =  f/b-f (persamaan 2)
Keterangan :
B=tinggi bayangan
G=tinggi benda (objek)
f=focus bendag=jarak benda
praktikum optik
Gb 2 Praktikum Optik
Gambar di samping menunjukan, dari kedua persamaan di atas dan maka dapat digabungkan menjadi seperti gambar di samping.

Untuk metode Bessel pada Gambar 2, karena g1 = bII (jarak benda untuk kasus I sama dengan jarak bayangan untuk kasus II) dan karena g1  =  bII , maka :
Gb 3
Gb 4
Dengan memasukkan persamaan di atas ini ke dalam persamaan Gambar 2,maka diperoleh rumus seperti gambar di samping atau gambar 4 :
Jadi pene ntuan fokus lensa konfeks f dapat dilakukan dengan mengukur d dan e.
Jadi pene ntuan fokus lensa konfeks f dapat dilakukan dengan mengukur d dan e.
Kalau selanjutnya digunakan susunan lensa yang terdiri atas sebuah lensa cembung (konveks) yang telah diukur fokusnya dengan cara di atas dan sebuah lensa cekung (konkaf), maka fokus lensa cekungnya adalah :
Praktikum Lensa Dan Optik

Praktikum Osilasi Pegas

Tujuan, Tugas Pendahuluan, Tugas Akhir Praktikum Osilasi Pegas, hal yang akan saya bahas.
  • Tujuan Praktikum Fisika Osilasi Pegas
1. Menentukan besar percepatan gravitasi bumi dengan sistem pegas.
2. Menentukan besar konstanta gaya sistem pegas.
  • Alat dan Bahan Osilasi Pegas
1. Dasar Teori (1set)
2. Beban gantung (1 buah)
3. Penggaris ( besi, 1 m) (1 buah)
4. Stop watch (1 buah)
5. Pegas (3 buah)
6. Statip (1 buah)
C.Neraca Digital (1 buah)

Pegas
Bila sebuah benda pada salah satu ujungnya dipegang tetap, dan sebuah gaya F dikerjakan pada ujung yang lainnya, maka pada umumnya benda itu akan mengalami perubahan panjang ∆x. Untuk bahan-bahan atau benda-benda tertentu, dan dalam batas tertentu perubahan panjang tersebut besarnya berbanding lurus dengan besar gaya yang menyebabkannya. Secara skalar dinyatakan oleh : F = k.∆x, dengan k adalah sebuah konstanta dan gambaran inilah yang dinyatakan dengan hukum Hooke.

Setiap gerak yang berulang dalam selang waktu yang sama disebut gerak periodik atau gerak harmonik. Jika suatu partikel dalam gerak periodik bergerak bolak-balik melalui lintasan yang sama geraknya disebut gerak osilasi. Jika sebuah sistem fisis berosilasi dibawah pengaruh gaya F = -kx , dimana F adalah gaya-pemulih, k konstanta-gaya dan x simpangan, maka gerak benda ini adalah gerak harmonik sederhana.

Salah satu sistem fisis yang mengikuti gerak harmonik sederhana adalah Pegas-Benda. Sistem ini dapat dipergunakan untuk menentukan besar percepatan gravitasi bumi disuatu tempat.
Tujuan, Tugas Pendahuluan, Tugas Akhir Praktikum Osilasi PegasHarus diperhatikan bahwa hukum Hooke ini tidak berlaku pada semua benda atau bahan dan untuk semua gaya yang bekerja padanya. yang digantung vertikal dengan panjang awalnya xo, maka pegas tersebut akan mengalami penambahan panjang sebesar ∆x yang merupakan selisih panjang  pegas setelah diberi gaya terhadap panjang semula.

yang dinyatakan dengan rumus F=K(X1-X0) :


Gaya F di atas disebut gaya pemulih pegas dan untuk keadaan di atas, besarnya adalah F = mg. Bila perubahan panjang pegas dapat diukur dan k dapat dicari dengan cara atau persamaan lain, maka dengan menggantikan harga F pada persamaan  F=K(X1-X0), di atas. dengan mg, kita dapat menghitung percepatan gravitasi.
gambar Praktikum Pegas
Gambar 2.2
Bila beban gantung diberi simpangan dengan amplitudo A yang tidak terlalu besar dan dilepaskan, maka pegas dan beban gantung itu akan bergetar bersama-sama dengan amplitudo dan frekuensi yang sama, sehingga pengamatan terhadap getaran pegas itu dapat diganti dengan pengamatan terhadap getaran beban gantung, dengan hasil yang sama.
Praktikum Osilasi Pegas
2.3
dan besarnya periode getar dapat dinyatakan dengan gambar di samping kanan :

Jika harga T dan massa m dapat diperoleh lewat pengamatan, maka harga percepatan gravitasi g dapat dihitung.
  • Percobaan 1 : menentukan harga konstanata pegas tunggal
1. Tarik ke bawah atau dorong ke atas beban gantung itu ± 1 cm (sedikit, pelan-pelan) kemudian lepaskan dan amati getarannya. (lihat gambar 2.2 ).
2. Bebani pegas dengan beban gantung yang telah diketahui massanya (bila perlu anda melakukan pengukuran ulang). Perhatikan beban gantung dalam keadaan bersih, ukur dan catat massa beban gantung dan panjang pegas pada keadaan itu !
3. Ukur dan catat panjang awalnya ketika belum dibebani, usahakan hindari kesalahan paralak.
4.Gantungkan penggaris bersama pegas pada statip, usahakan pegas tidak bersinggungan dengan penggaris.
5. Pilih salah satu pegas yang telah disediakan, timbang massa pegas (M) perhatikan posisi skala nol neraca sebelum penimbangan dilakukan, usahakan tidak terjadi kesalahan paralak.
6. Amati getaran pada pegas yang telah diberi beban gantung, bila getarannnya telah harmonik, ukur dan catat waktu yang dibutuhkan untuk 10 kali getaran.


7. Lakukan langkah 4 hingga 6 sebanyak 10 kali dengan massa beban gantung yang berbeda-beda (usahakan massa beban gantung awal 150 gr dan penambahan massa dengan massa beban gantung yang terkecil + 20 gr).
  • Percobaan 2 : Menentukan konstanta pegas gandeng
1. Pilih tiga pegas yang telah disediakan, usahakan ketiga pegas tersebut isotropik. Timbang masing-masing massa pegas (M) perhatikan posisi skala nol neraca sebelum penimbangan dilakukan, usahakan tidak terjadi kesalahan paralak.
Konstanta Pegas
2. Gantungkan pegas 1, letakkan beban massa dibawahnya dan ukur perubahan panjang pegas massa yang berbeda–beda (10 data) .

3. Catat dalam tabel ( massa dan panjang pegas) , berdasarkan tabel buatlah grafik hubungan m=f(x) untuk menentukan harga konstata pegas dengan menggunakan nilai g dari hasil percobaan pertama.
4. Ulaingi langkah 2 dan 3 untuk menentukan besar konstanta pegas ke-2 dan ke-3.
5. Gantungkan ketiga pegas tersebut seperti gambar di bawah ini (gambar 2.3).
6. Ulangi langkah 2 dan 3 (usahakan massa beban gantung awal 150 gr dan penambahan massa beban gantung dengan massa beban gantung yang terkecil + 20 gr).
7. Berdasarkan tabel, buatlah grafik m=f(x) untuk menentukan nilai konstanta pegas k1, k2, dan k3. dan konstanta pegas gabungan kg.
8. Apakah hasil kg secara teori sama dengan hasil yang anda dapatkan melalui eksperimen? Berikan penjelasan anda?
  • Tugas Pendahuluan
a. Dalam eksperimen ini kita menggunakan model getaran harmonik? Apa yang dimaksud dengan getaran harmonik? Bagaimana caranya secara eksperimen getaran harmonik ini dapat terjadi!
b. Apa yang dimaksud dengan konstanta gaya pegas? Tuliskan satuan dan dimensi konstanta gaya pegas !
c. Berdasarkan prosedur percobaan 1 dan konsep osilasi harmonik pada pegas, prediksikan grafik T=f(m), berdasarkan grafik ini dapatkah anda menetukan harga konstanta pegas? Bagaimana caranya?
d. Jika anda menerapkan hukum hook pada sistem pegas ini, dapatkah kita membuat grafik m=f( x), berdasarkan grafik tersebut dapatkah kita mennetukan harga konstanta gravitasi di tempat anda melakukan percobaan ? syarat apa yang harus diberikan dan bagaimana caranya?
e. Prediksikan harga konstanta gravitasi ditempat saudara melakukan pengamatan? Mengapa demikian?
f. Jika anda memiliki dua buah pegas dengan konstanta yang sama, turunkanlah persamaan untuk menentukan konstanta pegas gabungan,jika keduanya digambungkan secara seri dan secara paralel!
g. Dengan memperhatikan gambar 2.3, jika konstanta pegas masing-masing k1, k2, dan k3 tentukankah persamaan untuk menentukan konstanta pegas gabungan.
  • Percobaan 1
A. Berdasarkan tabel, buatlah grafik m=f(x) untuk menentukan nilai konstanta pegas k1, k2, dan k3. dan konstanta pegas gabungan kg.
B. Apakah hasil kg secara teori sama dengan hasil yang anda dapatkan melalui eksperimen? Berikan penjelasan anda?
  • Percobaan 2.
A. Buatlah tabel pengamatan, dari tabel tersebut buatlah grafik T=f(m), kemudian tentukan harga konstanta pegasnya. Berdasarkan tabel tentukan pula grafik M =f(x), berdasarkan grafik dan konstanta pegas yang telah anda peroleh tentukan pula harga konstanta gravitasi ditempat anda melakukan percobaan.
B. Bandingkan konstanta gravitasi hasil prediksi anda dan hasil eksperimen, berikan argumentasi anda!
  • Daftar Pustaka
1. Halliday & Resnick, 1978, Fisika, Edisi ketiga, jilid 1 (Terjemahan Pantur Silaban
Ph.D), hal 46, Erlangga, Jakarta.
2. M. Nelkon & P. Parker, 1975, Advanced Level Physics , pp 174 - 176, Thrid Edition,
Heinemann Educational Books, London.

Sekian dari saya tentang Tujuan, Tugas Pendahuluan, Tugas Akhir Praktikum Fisika Osilasi Pegas.

Praktikum Tetapan Pegas Dan Percepatan Gravitasi

Tugas Akhir, tugas Pendahuluan, Pengolahan Data, Kesimpulan Praktikum Tetapan Pegas Dan Percepatan Gravitasi, Akan saya share kali ini, setelah sebelumnya saya membahas Praktikum Hukum newton 2.
Tujuan Praktikum tetapan gaya Pegas dan Percepatan Gravitasi Adalah :
  1. Menggunkapakan Hukum Hooke Untuk Sebuah Pegas.
  2. Mengukur Percepatan Gravitasi Dengan Getaran Kolo Zat Cair.
Alat Alat Praktikum :
  1. Stopwatch.
  2. Penyangga Beban
  3. Statip.
  4. Pegas.
  5. Mistar Ukur.
Praktikum Tetapan Pegas Dan Percepatan Gravitasi
Praktikum Fisika Hukum Hoke
Percobaan Hukum hooke 1
Praktikum Percobaan Hukum hooke
Praktikum Hukum hoke
Praktikum Tetapan Pegas Dan Percepatan Gravitasi
Ahirnya saya Selesai Membahas Tugas Ahir, Pengolahan Data, Tugas Pendahuluan, Praktikum Tetapan Pegas Dan Percepatan Gravitasi

PRAKTIKUM HUKUM NEWTON 2 / II

HASIL PERCOBAAN HUKUM NEWTON II
PRAKTIKUM HUKUM NEWTON II 2 DUA
DATA PENGAMATAN PRAKTIKUM HUKUM NEWTON II

PRAKTIKUM HUKUM II NEWTON

A. Tujuan Percobaan :
Menghitung percepatan gerak benda dengan menggunakan  Hukum II Newton 

B. Alat dan Bahan :
1. Timbangan injak
2. Lift yang sedang beroperasi

C. Dasar Teori :
Percepatan adalah perubahan kecepatan pada selang waktu
tertentu. Hukum II Newton isinya :
- Percepatan berbanding lurus dengan resultan gaya yang  bekerja pada suatu benda 
- Percepatan berbanding terbalik dengan massa benda

D. Langkah Kerja :
1. Ukurlah berat Anda dengan menggunakan timbangan injak dan  catatlah hasilnya 
2. Masuklah ke dalam lift yang akan bergerak ke atas, kemudian  ukurlah sekali lagi berat badan Anda selama berada dalam lift.
Catatlah perubahan nilai yang ditunjukkan jarum timabangan  selama rentang waktu tersebut.
3. Tunjukkan data Anda pada langkah 2 ke dalam bentuk grafik berat  terhadap waktu.



E. Data Pengamatan
→Deskripsi Percobaan


 















Pertanyaan :
1. Nilai apakah yang sebenarnya ditunjukan oleh neraca saat anda berada di atas eskalator ?
2. Deskripsikan bagaimana dengan gerak eskalator selama rentang waktu tersebut!
3. Hitunglah percepatan escalator pada saat :
a. Satu detik setelah mulai bergerak !
b.  Tepat di tengah-tengah perjalanan !
c. Satu detik sebelum lift berhenti !

Jawaban :
1.Ketika eskalator sedang berada ditengah perjalanan, berat yang  ditunjukan adalah berat yang sebenarnya.
2. Eskalator bergerak ke atas dengan kecepatan yang sama.
  •   a = Percepatan F = Gaya     m = Massa Benda g= Gratvitasi
F. Analisis Percobaan :
 Setelah kami melakukan percobaan, ternyata hasilnya mengarah  kepada Hukum II Newton bahwa gaya dapat mempengaruhi massa suatu  benda. Namun percobaan kami tidak dapat sepenuhnya dikatakan  berhasil, karena ada sedikit kesalahan atau tidak tepatnya waktu yang  kami hitun

G. Kesimpulan 
 Dari percobaan yang telah kami lakukan dengan menggunakan escalator. Kami dapat menyimpulkan bahwa massa benda berubah, dari mulai 1 detik setelah naik ke atas escalator massa benda naik beberapa gram, sedangkan ketika berada di tengah perjalanan massa benda kembali turun ke massa benda semula dan ketika 1 detik sebelum sampai massa benda kembali turun beberapa gram.
 Dalam melakukan percobaan ini harus dilakukan secara berulang-ulang, karena jika hanya melakukannya satu kali percobaan, tingkat ketepatan akan berkurang. Dan disaat meneliti berat dan waktu mata kita harus lebih jeli dan sigap.

Praktikum Perkecambah Biji Kacang Hijau

Praktikum Bijih Kacang Hijau
Praktikum Perkecambah Biji Kacang Hijau
Kecepatan pertumbuhan biji kacang hijau

kecepatan perkecambahan biji kacang hijau praktikumnya

Alat dan bahan

Kita asumsikan secara singkat, kira-kira inilah alat dan bahan yang diperlukan:
  • biji kacang hijau
  • kapas
  • air
  • wadah
  • mistar / penggaris
  • pensil / pulpen

Cara kerja

Cara kerja ini hanya sebagai contoh. Bisa saja cara kerja yang diberikan gurumu berbeda, bergantung pada tujuan percobaan.
  1. Pilihlah 5 biji kacang hijau yang kira2 memiliki bentuk dan ukuran yang sama
  2. Ambillah sejumlah kapas dan bagilah menjadi lima bagian yang kira-kira sama, dan tempatkan dalam suatu wadah yang terbuka.
  3. Basahi semua kapas tersebut dengan air secukupnya. Usahakan jumlah air yang digunakan untuk membasahi kapas volumenya sama.
  4. Tempatkan di atas kapas tersebut masing-masing satu biji kacang hijau.
  5. Letakkan di tempat yang aman dan cukup memperoleh udara.
  6. Amatilah perkecambahan yang terjadi, dan catatlah setiap hari pertambahan panjang kecambah pada interval waktu yang sama.
Nantinya perkecambahan yang terjadi mirip seperti foto berikut ini, urut mulai hari pertama hingga hari ke tujuh.







Analisa Data

Tabel berikut adalah data perkecambahan yang telah dicatat selama 7 hari.

Perhatikan warna biru, itu adalah rata-rata panjang kecambah setiap hari. Sedangkan warna merah, adalah pertambahan panjang kecambah setiap hari. Semoga gak bingung.
Jika dibuat grafiknya, kira-kira seperti ini:
 
Grafik rata-rata pertumbuhan/perkecambahan biji kacang hijau selama 7 hari

 
Grafik rata-rata pertambahan panjang per hari pada perkecambahan biji kacang hijau selama 7 hari 

Praktikum Klasifikasi Tumbuhan

Praktikum Klasifikasi Tumbuhan

Topik

  1. Morfologi Tumbuhan
  2. Taksonomi Tumbuhan
  3. Anatomi Tumbuhan

Kemampuan Dasar :

  • Mengklasifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak 
  • Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan ciri-ciri morfologi dan anatomi yang tampak
  • Mengumpulkan ciri-ciri morfologi dan anatomi dari tumbuhan

Tujuan Praktikum Klasifikasi Tumbuhan :

  1. Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri anatomi yang tampak 
  2. Mengklasifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak
  3. Mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan persamaan ciri morfologi yang tampak
  4. Mengumpulkan ciri-ciri morfologi tumbuhan
  5. Mengumpulkan ciri-ciri anatomi tumbuhan 

Kerangka Teori

Morfologi Tumbuhan adalah ilmu yang secara khusus mempelajari tentang bentuk-bentuk organ tubuh tumbuhan beserta fungsinya. Secara umum, organ tubuh tumbuhan terbagi atas 3 bagian utama yaitu :

  1. Akar,
  2. Batang dan
  3. Daun
Ketiga bagian tersebut merupakan bagian utama, yang dapat termodifikasi menjadi organ-organ sekunder sesuai dengan fungsinya. Organ-organ sekunder tersebut dapat berupa :
a. Bunga,
b. Buah,
c. Biji,
d. Duri, dan
e. Umbi
Bunga, Buah dan Biji merupakan organ reproduksi, sehingga diperlukan jika proses reproduksi berlangsung.

Anatomi Tumbuhan

Anatomi Tumbuhan adalah ilmu yang secara khusus mempelajari tentang organ-organ bagian dalam tubuh tumbuhan, sehingga dalam pengamatan diperlukan membuka organ tubuh tumbuhan. Setiap tubuh bagian dalam tubuh tumbuhan biasanya memiliki perbedaan tempat dari organ-organ tubuh tersebut, sehingga keadaan seperti ini dapat dijadikan salah satu faktor pembeda dalam kegiatan identifikasi tumbuhan.

Taksonomi Tumbuhan

Taksonomi tumbuhan adalah sebuah ilmu yang mengkhususkan diri dalam kegiatan identifikasi tumbuhan serta penempatan dan pemberian nama bagi tumbuhan-tumbuhan baru. Kegiatan ini sangat dipengaruhi dari keadaan morfologi dan anatomi dari tumbuhan yang dimaksud. Karena, Klasifikasi Tumbuhan adalah proses penempatan tumbuhan ke dalam tingkatannya masing-masing berdasarkan persamaan ciri-ciri yang tampak, baik dari sisi morfologi ataupun dari segi anatominya.
Dalam taksonomi tumbuhan kita akan mengenal 7 tingkatan takson, yang agak sedikit berbeda dengan klasifikasi hewan. Ketujuh tingkatan takson tumbuhan tersebut antara lain :
  • REGNUM/KINGDOM (Kerajaan)
  • DIVISIO
  • CLASS
  • ORDO
  • FAMILY
  • GENUS
  • SPECIES
Nama ilmiah dari suatu makhluk hidup termasuk tumbuhan selalu menggunakan bahasa latin, karena bahasa latin dianggap tidak bisa berkembang lagi karena dianggap bahasa yang telah mati. Disamping itu penggunaan bahasa latin dianggap mewakili banyak bahasa yang ada di dunia, sehingga dapat mempermudah pengenalan makhluk hidup termasuk tumbuhan.
Dalam penulisan nama ilmiah ada beberapa acuan pokok yang wajib untuk dipenuhi :
1. Menggunakan bahasa latin
2. Menggunakan penamaan dengan 2 suku kata seperti Psidium guajava
  • Kata pertama mengacu pada nama genus dari tumbuhan yang dimaksud, sedangkan
  • Kata kedua mengacu kepada nama species yang diamati
3. Jika, menggunakan 3 suku kata, kata kedua dipisahkan dengan tanda baca garis datar “-“. Seperti Hibiscus rosa-sinensis
4. Nama harus dicetak miring atau diberikan garis bawah, misalnya Psidium guajava atauPsidium guajava5. Pada umumnya penemu membubuhkan inisial pada akhir dari nama ilmiah, seperti Oryza sativa L. L yang dimaksudkan disini adalah Linneaus sebagai penghormatan kepada beliau.
6. Huruf pertama dari nama, atau huruf pertama dari genus adalah huruf besar sedangkan yang lainnya adalah huruf kecil. Seperti : Zea mays
Dalam pemberian nama tersebut diperlukan panduan untuk pemberian nama dan peletakkan kedalam klasifikasinya. Panduan disebut adalah buku dikotomi. jika kita mencontohkan sebuah tanaman padi yang akan kita taksonomi, maka akan terlihat seperti berikut :
  1. Regnum : Plantae
  2. Divisio : Spermatophyta
  3. Class : Angiospermae
  4. Bangsa : Monokotil
  5. Family : Germinae
  6. Genus : Oryza
  7. Species : Oryza sativa L

Alat dan Bahan

Alat :

  1. Kertas A4
  2. Pensil
  3. Penghapus
  4. Mistar
  5. LUP (Kaca Pembesar)
  6. Buku Dikotomi

Bahan :

  1. 1 buah tumbuhan padi lengkap (akar, batang dan daun)
  2. 1 buah contoh batang dan daun dari tumbuhan jambu (Psidium guajava)
  3. 1 buah contoh daun dari tumbuhan bunga kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis)
  4. 1 buah contoh biji dari tanaman Kopi

Prosedur Kerja

  1. Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan
  2. Siapkan tanaman padi diatas meja, amati kemudian gambar serta berilah keterangan pada gambar tersebut.
  3. Amati dan diskusikan dengan teman-temanmu ciri-ciri morfologi dari tanaman padi tersebut baik akar, batang dan daunnya.
  4. Catatlah ciri-ciri morfologi yang menjadi ciri khas dari tanaman padi.
  5. Bongkarlah tanaman padi tersebut dengan cara mengelupas satu-persatu bagian tubuh padi.
  6. Gambarlah bagian-bagian anatomi dari tanaman padi serta berilah keterangan.
  7. Amati dan diskusikanlah dengan teman-temanmu bagian anatomi yang menjadi ciri khas padi.
  8. Ulangi langkah 2 hingga 7 pada tumbuhan jambu, bungan kembang sepatu serta kopi.
  9. Bandingkanlah ciri-ciri morfologi dan anatomi keempat tumbuhan tersebut.

Tugas Kelompok

Buatlah taksonomi dari tumbuhan yang telah kalian amati, yaitu :
  • Padi
  • Jambu Biji
  • Bunga Kembang Sepatu
  • Kopi

Pertanyaan

  1. Tuliskan ciri-ciri apa saja baik morfologi maupun anatomi dari tumbuhan yang telah kalian amati.
  2. Bagaimana pendapat kalian tentang fungsi dari ciri-ciri morfologi maupun anatomi tersebut dalam kehidupan tumbuhan-tumbuhan tersebut.
  3. Dengan cara apa kalian dapat menempatkan tumbuhan-tumbuhan tersebut ke dalam tingkatannya masing-masing
  4. Apa peran dari ciri-ciri morfologi dan anatomi dalam kegiatan taksonomi.

Tugas Perorangan

  1. Buatlah laporan praktikum dari hasil praktek yang telah kalian laksanakan
  2. Presentasikan

Praktikum sel-sel epidermis Pada bawang merah

 Tujuan Praktikum

Mengamati struktur sel-sel epidermis Yang ada  Pada bawang merah.

bawang merahAlat dan Bahan Praktikum

  1. Kaca penutup
  2. Jarum
  3. Mikroskop
  4. Kaca preparat
  5. Pinset
  6. Pipet tetes
  7. Tisu
  8. Yodium/betadine
  9. Bawang merah

Cara Kerja Praktikum

  1. Letakkan di atas kaca preparat, beri setetes air, tutup dengan kaca penutup. Gunakan jarum bedah untuk menghilangkan gelembung udara pada preparat!epidermis bawang merah
  2. Gambar dan beri warna bagian–bagian sel seperti dinding sel, membran sel, sitoplasma, nukleus, dan vakuola sel!
  3. Amatilah sel epidermis dengan mikroskop.
  4. Beri setetes larutan yodium untuk mewarnai sel dengan menggunakan teknik pengairan. (teteskan sedikit yodium pada bagian tepi kaca penutup, lalu buang kelebihannya dengan tisu)

Diskusi

  1. Organel apa saja yang dapat diamati pada sel epidermis bawang merah dalam pengamatan ini?
  2. Bagaimanakah bentuk dan warna sel epidermis bawang merah yang sedang kalian amati?

Hasil pengamatan

Bergantung pada cara kerja, kualitas dan kondisi mikroskop, serta teknik pewarnaannya, hasil pengamatan sel-sel epidermis bawang merah kira-kira seperti screenshot di bawah ini.
bawang merah, iodine, 100x
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan yodium pada perbesaran 100x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel tidak tampak dengan perbesaran ini, atau hanya dengan pewarnaan yodium.
bawang merah, metilen blue, 400x
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 400x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain di dalam sel yang masih mungkin tampak adalah vakuola. Organel sel lain tidak tampak hanya dengan pewarnaan ini.
bawang merah tidak diwarnai, 100x
Epidermis bawang merah tanpa pewarnaan pada perbesaran 100x. Organel sel dan inti tidak tampak tanpa pewarnaan.
bawang merah
Pewarnaan epidermis bawang merah menggunakan metilen blue pada perbesaran 450x. Tampak bulatan kecil di tengah sel adalah inti sel. Organel lain yang masih mungkin tampak adalah vakuola.

Praktikum golongan darah ABO dan Rhesus

Laporan Praktikum Golongan Darah A , O, Dan B

Praktikum golongan darah ABO dan Rhesus

Praktikum Mencari Golongan Darah

Alat

  1. Kartu tes golongan darah (jika tidak ada bisa diganti object glass)
  2. Kapas
  3. Alkohol 70 %
  4. Lancet
  5. Tusuk gigi

Bahan

  1. Serum alfa
  2. Serum beta
  3. Serum alfa beta (tidak harus ada)
  4. Serum anti Rhesus

Cara Kerja

  1. Siapkan kartu uji atau object glass yang telah di beri nomor 1 - 4
  2. Sterilkan salah satu ujung jari dengan kapas yang telah dibasahi dengan alkohol 70%
  3. Tusukkan lancet dengan hati-hati dan mantap ke ujung jari yang telah steril, lalu tekanlah ujung jari hingga darah keluar
  4. Teteskan darah pada kartu uji atau object glass sebanyak 4 kali pada tempat yang berbeda sesuai nomor
  5. Teteskan serum alfa sebanyak 1 tetes pada sampel darah pertama, lalu aduklah dengan gerakan memutar menggunakan tusuk gigi. Amatilah apa yang terjadi.
  6. Lakukan langkah nomor 5 untuk serum beta, serum alfa-beta, dan serum anti Rhesus

Contoh gambar hasil pengamatan

tes golongan darah
Bagaimana menentukan golongan darahnya?
Saya ambil satu contoh baris ke-dua. Perhatikan urutan sampelnya dari kiri ke kanan:
  1. diberi anti Rhesus : menggumpal
  2. diberi serum alfa : tidak menggumpal
  3. diberi serum beta : menggumpal
  4. diberi serum alfa-beta : menggumpal
Kesimpulannya, sang pemilik darah bergolongan darah B Rh+ (golongan B dan golongan Rhesus positif).
Untuk menentukan golongan darah pedomannya sebagai berikut:
Golongan
aglutinogen (antigen) pada eritrosit
aglutinin (antibodi) pada plasma darah
A
B
AB
O
A
B
A dan B
-
b
a
-
a dan b
  • Jika aglutinin a (serum alfa) + aglutinogen A = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  • Jika aglutinin b (serum beta) + aglutinogen B = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  • Jika anti Rhesus (antibodi Rhesus) + antigen Rhesus = terjadi aglutinasi (penggumpalan)
  1. darah + anti Rhesus = aglutinasi -----> terdapat antigen Rhesus -----> gol Rh+
  2. darah + serum alfa = aglutinasi -----> terdapat aglutinogen A -----> gol A
  3. darah + serum beta = aglutinasi -----> terdapat aglutinogen B -----> gol B
Penggunaan serum alfa-beta hanya untuk verifikasi (kepastian) saja. Tidak digunakan juga tidak masalah. 

Praktikum Osmosis pada kentang

Praktikum Osmosis pada kentang

Alat dan Bahan Untuk Praktikum Osmosis pada kentang

  • Pisau
  • Tissue
  • Gelas ukur 50 ml
  • Stopwatch
  • Neraca
  • Kentang
  • Aquades
  • Larutan glukosa 30%
  • Larutan glukosa 5%

Cara Kerja Praktikum Osmosis pada kentang

  1. Bersihkan kentang mentah dari kulitnya.
  2. Potong kentang dengan ukuran 2 × 1 cm sebanyak 3 potong. Usahakan potongan kentang tersebut memiliki berat yang sama. Saat mengupas kentang dan memotongnya upayakan jangan sampai terkena air atau cairan apa pun.
  3. Siapkan larutan gula 30 % dan 5 % masing-masing dalam gelas ukur dengan volume sekitar 20 mL.
  4. Masukkan potongan kentang secara bersamaan ke masing-masing gelas ukur yang telah diberi tanda A (larutan glukosa 30%), gelas ukur B (larutan glukosa 5%), dan gelas ukur C berisi aquades.
  5. Biarkan potongan kentang tersebut terendam selama 20 menit.
  6. Setelah 20 menit angkatlah kemudian simpan di atas tissue. Dan periksa keadaan kentang tersebut, kemudian timbang ulang kentang tersebut dan catat hasilnya.
osmosis pada kentang

Hasil Pengamatan Praktikum Osmosis pada kentang

LARUTANSEBELUMSESUDAHKEADAAN
AGULA 30%1 GR0,2 GRLEMBEK
BGULA 5%1 GR0,4 GRAGAK LEMBEK
CAQUADES1 GR1,2 GRKERAS

Pembahasan

Perhatikan berat kentang semula sebelum direndam, semua sama 1 gr. Setelah perendaman pada larutan gula 5% tekstur kentang agak lembek, sedangkan perendaman pada larutan gula 30% kondisinya lebih lembek. Tetapi keduanya menunjukkan pengurangan berat.
Sedangkan perendaman pada aquades, tekstur kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.
osmosis pada kentangosmosis pada kentang 
Kiri: kentang menjadi lembek setelah direndam dalam larutan glukosa. Kanan : kentang mengeras setelah direndam aquades.
Bagaimana penjelasannya?
Ingat konsep ini: osmosis adalah perpindahan air, dari larutan hipotonis ke larutan hipertonis melalui membran semipermeabel.
Saat kentang direndam dalam larutan gula 30% dan 5% akan terjadi perpindahan air secara osmosis dari sel-sel kentang keluar menuju ke larutan. Perpindahan air ini terjadi karena sel-sel kentang hipotonis terhadap larutan gula yang hipertonis. Lihat gambar berikut.
osmosis 
Perhatikan apa yang terjadi jika sel hewan dan sel tumbuhan direndam dalam larutan hipertonis atau hipotonis.
Peristiwa ini berakibat pada dua hal:
  1. Sel-sel kentang kekurangan air (isi sel), akibatnya terjadi plasmolisis yang mengakibatkan penurununan tekanan turgor. Jika tekanan turgor menurun akibatnya kentang menjadi empuk dan lembek
  2. Terjadi penurunan berat kentang akibat perpindahan air dari sel-sel kentang ke larutan.
  3. Kelunakan kentang dan pengurangan berat bergantung pada konsentrasi larutan. Semakin hipertonis larutannya, maka semakin lembek kentangnya, juga semakin banyak pengurangan beratnya.
plasmolisis 
Beginilah bentuk sel yang mengalami plasmolisis. Perhatikan rongga yang terbentuk di antara membran sel dengan dinding sel.
Untuk kentang yang direndam dalam aquades, peristiwa yang berkebalikan terjadi. Air dari larutan masuk ke dalam sel-sel kentang, karena sel-sel kentang hipertonis dibandingkan air. Akibat masuknya air ini menyebabkan isi sel bertambah, dan sel dalam keadaan turgid (tekanan turgor tinggi). Inilah yang menyebabkan kentang menjadi keras dan beratnya bertambah.

praktikum jaringan pada manusia

Ini adalah gambar jaringan pada manusia praktikum jaringan pada Tubuh manusia

 
BAB I PENDAHULUAN
Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu atau lebih fungsi tertentu. Penyusunorgan adalah beberapa jenis jaringan yang terorganisir dan saling berkaitan satu dg lainnya.Contoh: usus halus, berfungsi mencerna dan menyerap sari-sari makanan. Struktur usus halusterdiri dari jaringan otot, jaringan epitel, jaringan ikat, dan jaringan saraf.Sistem organ merupakan gabungan dari berbagai organ yang melaksanakan satu fungsidalam koordinasi tertentu.Dengan kata lain sistem organ juga merupakan bentuk kerjasama antar organ untuk melakukan fungsi - fungsi yang lebih kompleks lagi sehingga proses yang berlangsungdidalam tubuh suatu organisme dapat berjalan dengan baik sesuai aktivitas hidup organismeyang bersangkutan. Dalam melaksanakan kerja sama ini, setiap organ tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan organ - organ saling bergantung dan saling mempengaruhi satu samalainnya
 
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Sistem organ adalah kumpulan berbagai jenis organ yang berbeda untuk melaksanakansuatu fungsi tertentu.Organ adalah unit structural dan fungsional yang dibentuk dari beberapa jaringan yang berbeda dan melakukan fungsi yang sangat spesifik.Jaringan adalah sekelompok sel-sel yang mempunyai fungsi fisiologis serupa.System-sistem yang terdapat dalam tubuh manusia adalah:
Sistem pencernaan makanan
Alat pencernaan makanan terdiri dari : mulut, kerongkongan, lambung, pylorus, usushalus, dan usus bersar.
Sistem peredaran darah
Sistem peredaran atau sistem transportasi adalah sistem yang memiliki fungsiuntuk menjaga tubuh dari penyakit, menyebar sari makanan atau pengedaran berbagai zatyang diperlukan dan oksigen ke seluruh tubuh serta mengangkut zat-zat sisa yang tidak diperlukan untuk dikeluarkan dari tubuh. Alat transportasi pada manusia terutama adalahdarah. Di dalam tubuh darah beredar dengan bantuan alat peredaran darah yaitu terdiriatas jantung, pembuluh arteri, pembuluh vena, pembuluh kapiler.Selain peredaran darah, pada manusia terdapat juga peredaran limfa (getah bening) dan yang diedarkan melalui pembuluh limfe.Pada hewan alat transpornya adalah cairan tubuh, dan pada hewan tingkat tinggialat transportasinya adalah darah dan bagian-bagiannya. Alat peredaran darah adalah jantung dan pembuluh darah
Fungsi darah :
•Sebagai alat transport :
•O2 dari paru-paru diangkut keseluruh tubuh
•CO2 diangkut dari seluruh tubuh ke paru-paru
Sari makanan diangkut dari jonjot usus ke seluruh jaringan yangmembutuhkan.
• zat sampah hasil metabolisme dari seluruh tubuh ke alat pengeluaran.
• Mengedarkan hormon dari kelenjar endokrin (kalenjar buntu) ke bagian tubuhtertentu.
•Mengatur keseimbangan asam dan basa
•Sebagai pertahanan tubuh dari infeksi kuman
•Untuk mengatur stabilitas suhu tubuh Sel-sel darah (bagian padat)
• Eritrosit (sel darah merah)Tidak berinti, mengandung Hb (protein yang mengandung senyawa hemin dan Feyang mempunyai daya ikat terhadap O2 dan CO2), bentuk bikonkav, dibuat dalamsumsum merah tulang pipih sedang pada bayi dibentuk dalam hati. Dalam 1 mm3terkandung ± 5 juta eritrosit (laki-laki) dan ± 4 juta eritrosit (wanita).Setelah tua sel darah merah akan dirombak oleh hati dan dijadikan zat warna empedu(bilirubin)
 
Leukosit (leukosit) Mempunyai inti, setiap 1 mm3 mengandung 6000 – 9000 sel darah putih, bergerak  bebas secara ameboid, berfungsi melawan kuman secara fagositosis, dibentuk oleh jaringan retikulo endothelium disumsum tulang untuk granulosit dan kelenjar limphauntuk agranulosit.
Trombosit (sel darah pembeku)Tidak berinti dan mudah pecah, bentu tidak teratur, berperan dalam pembekuandarah, keadaan normal 1 mm3 mengandung 200.000 – 300.000 butir trombosit.Untuk keperluan tertentu, misal dalam proses pengambilan darah dari donor, maka pembekuan darah dapat dihindarkan dengan jalan :
Mendinginkan darah mendekati titik bekunya. Tujuannya untuk menhalangi pembentukan trombin.
Memberi garam natrium oksalat atau natrium sitrat. Tujuan mengendapkanion Ca, sehingga pengubahan protrombin menjadi trombin terhambat.
Pemberian heparin atau dikumarol yang merupakan zat antikoagulan (anti pembekuan darah). Zat ini digunakan untuk mencegah pembekuan darahdalam transfusi darah dan pada saat operasi.
Mencegah persentuhan dengan permukaan yang kasar, misal menggunakanalat pengambil darah yang sangat tajam dan permukaan alat yang licin danhalus.
Plasma darah (cairan darah)
Protein, meliputi :
fibrinogen : untuk pembekuan darah
albumin : menjaga tekanan osmotik darah
globulin : membentuk zat kebal / zat antibody
Berdasarkan kerjanya zat anti dibedakan :
 prepsipitin : kerjanya menggumpalkan darah
lisin : memecah antigen
antitoksin : menetralkan racun
• Sari-sari makanan, meliputi :glukosa, asam amino, asam lemak, gliserin
• Garam mineral
• Zat hasil produksi sel, meliputi : hormone, enzim, antibody
• Zat hasil sisa metabolisme, meliputi : urea dan asam urea
• Gas-gas pelepasan, meliputi :
Alat Peredaran Darah
Alat peredaran darah terdiri atas jantung (cor) dan pembuluh (vasa darah).
• Jantung (cor)Merupakan alat pemompa darah. Jantung terdiri dari otot jantung (miokardium),selaput jantung (perikardium) dan selaput yang membatasi ruangan jantung(endokardium). Otot jantung mendapatkan zat makanan dan O2 dari arah melaluiarteri koroner. Peristiwa penyumbatan arteri koroner disebut koronariasis. Jantungterdiri dari 4 ruang, yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel.
Atrium (serambi)Merupakan ruangan tempat masuknya darah dari pembuluh balik (vena).Atrium kanan (dekter) dan atrium kiri (sinister) terdapat katup valvula bikuspidalis. Pada fetus antara atrium kanan danatrium kiri terdapat lubangdisebut foramen ovale
 
Ventrikel (bilik)Ventrikel mempunyai otot lebih tebal dari atrium, dan ventrikel kiri lebihtebal daripada ventrikel kanan, karena berfungsi memompakan darah keluar  jantung. Antara ventrikel kanan dan ventrikel kiri terdapat katup valvulatrikuspidalis. Saat ventrikel berkontraksi, darah dari ventrikel kiri yang kayaO2 dipompakan menuju aorta. Sedangkan darah dari ventrikel kanan yangkaya CO2 dipompakan melalui arteri paru-paru (arteri pulmonalis). Bilaventrikel mengendur (relaksasi) maka jantung akan menerima darah varivena cava superior, dan vena cava inferior yang kaya CO2 masuk ke dalamatrium kanan. Sedangkan darah dari pembuluh balik paru-paru (vena pulmonalis) yang kaya O2 masuk ke atrium kiri. Pada jantung yangmengempis (kontraksi) maka tekanan jantung menjadi maksimum disebutsistole. Keadaan jantung yang relaksasi (mengendur) maksimum, makatekanan ruang jantung menjadi minimum disebut diastole. Jantung manusia berdenyut kira-kira 70 – 80 kali setiap menit, sehingga dalam sehari ±100.000 kali. Pada bayi yang baru lahir berdenyut ± 130 setiap menit. Umur 20 tahun ± 72 / menit dan 45 tahun ± 75 / menit.
• Pembuluh darah
• Pembuluh nadi (arteri) : pembuluh darah yang membawa darah dari jantung.
• Pembuluh vena (balik) : pembuluh darah yang membawa darah ke jantung.Macam-macam peredaran darah :
Peredaran darah kecil, melalui : Ventrikel kanan - arteri pulmonalis - paru-paru – vena pulmonalis - atrium kiri atau : Jantung - paru-paru –  jantung
Peredaran darah besar, melalui : Ventrikel kiri - aorta - arteri -arteriola - kapiler - venula - vena - vena cava superior dan vena cavainferior - atrium kanan atau : Jantung - seluruh tubuh – jantung
Sistem portaeDarah sebelum masuk kembali ke jantung terlebih dahulu masuk ke dalam suatuorgan yang disebut sistem portae. Pada mamalia/ manusia hanya terdapat satu sistem portae yaitu sistem portae hepatica.
Pembuluh limpha (pembuluh getah bening)
• Pembuluh limpha dada kanan (ductus limfaticus dekster).Menerima aliran limpha dari daerah kepala, leher, dada, paru-paru, jantung, lengankanan yang bermuara di pembuluh balik di bawah selangka kanan.
• Pembuluh limpha dada kiri (ductus thoracikus).Menerima aliran limpha dari bagian lain danbermuara di pembuluh balik di bawahselangka kiri. Pembuluh inimerupakan tempat bermuaranya pembuluh-pembuluh kilatau pembuluh lemak, yaitu pembuluh yang mengumpulkan asam lemak, yangdiserap oleh usus.Pada kelenjar limpha dibuat sel-sel darah putih limfosit yang berperan dalam pemberantasan kuman penyakit.
Gangguan pada sistem sirkulasi
• Hemofili : darah sukar membeku akibat faktor keturunan (genetis).
Anemia : penyakit kurang darah, akibat kandungan Hb rendah, kurangnya eritrositatau menurunnya volume darah dari normal.
• Polistemia : kelebihan eritrosit akibat meningkatnya viskositas (kekentalan) darah
• Leukimia : kanker darah, akibat bertambahnya leukosit yang tidak terkendali.
Leukopenia : menurunnya jumlah leukosit karena infeksi kuman tifus sehinggaeritrosit dapat menurun hingga 3000 per mm3.
Thalasemia : rendahnya daya ikat eritrosit terhadap O2 karena kegagalan pembentukan haemoglobin (eritrosit pecah). Penyakit ini genetis
Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur.Aterosklerosis, bila endapannya lemak. Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur. Sklerosis : pengerasan pembuluh nadi akibnat endapan senyawa lemak atau zat kapur.Aterosklerosis, bila endapannya lemak. Arteriosklerosis, bila endapannya zat kapur.

Trombus & embolus : penyakit jantung yang disebabkan oleh penggumpalan didalam arteri koroner.
• Koronarialis : penyempitan arteri koroner pada jantung.
Varises: pelebaran pembuluh vena dan umumnya di bentis, sedang yang di anusdisebut ameien (hemoroit).
Hipertensi : tekanan darah tinggi.
Hipotensi : tekanan darah rendah.
Eritroblastosis fetalis : penyakit kuning bayi, karena kerusakan darah bayi yang barulahir akibat kemasukan aglutinin dari luar.
• Blue baby : bayi warna biru waktu lahir akibat kelainan jantung (foramen ovale tidak menutup).
System pernafasan (respirasi)
Paru-paru dan jalan udara
System pengeluaran
Ginjal dan kandung kemih
System koordinasi
Otak, sumsum tulang belakang, termasuk juga indra
BAB VKESIMPULAN
• Organ merupakan bagian tubuh yang memiliki satu atau lebih fungsi tertentu.
Sistem Organ adalah bentuk kerjasama antar organ untuk melakukan fungsi -fungsi yang lebih kompleks lagi sehingga proses yang berlangsung didalam tubuhsuatu organisme dapat berjalan dengan baik sesuai aktivitas hidup organisme yang bersangkutan.
• Terdapat beberapa macam sistem organ pada tubuh manusia, diantaranya :
Sistem Ekskresi

• Sistem Pernapasan

• Sistem Reproduksi

• Sistem Peredaran / Transportasi

• Sistem Pencernaan

• Sistem Otot

• Sistem Syaraf 

• Sistem Endoktrin

• Sistem Rangka


otot polos 400x
otot lurik 450x
otot jantung 450x
tulang sejati 100x
osteosit (sel tulang keras) 400x
tulang sejati 40x
tulang rawan elastis 400x
tulang rawan hialin 400x
tulang rawan fibrosa 400x
epidermis 400x
jaringan ikat longgar 100x
jaringan ikat padat tendon 100x
jaringan ikat padat ligamen 400x
jaringan lemak 400x
epithel pipih selapis 400x
epithel kubus selapis 400x
epithel silindris selapis 400x
epithel pipih berlapis 400x
epithel silindris bersilia 400x